

Oleh: Nazwarini Khairunisa, S.Pd.
Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) merupakan langkah awal yang penting bagi murid yang memasuki jenjang pendidikan baru. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membantu murid beradaptasi dengan budaya belajar, tata tertib, serta nilai-nilai yang menjadi ciri khas sekolah. MPLS menjadi momen berharga dalam membangun kesan pertama yang positif sehingga murid merasa nyaman, diterima, dan siap mengikuti proses pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi guru untuk mulai mengenali karakter, minat, dan kebutuhan murid sebagai dasar dalam menciptakan pengalaman belajar yang relevan, menyenangkan, dan memotivasi.
Pada Tahun Pelajaran 2025/2026, SMA Islam Al-Azhar BSD menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan tema “Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan sebagai Interaksi Positif dalam Mendukung Pembelajaran yang Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan.” Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, yaitu pada tanggal 14–18 Juli 2025, diikuti oleh 244 murid baru yang akan memulai perjalanan pendidikan mereka di SMA Islam Al-Azhar BSD.

Tema yang diusung tahun ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kesejahteraan peserta didik. Masa transisi dari jenjang sebelumnya menuju jenjang SMA merupakan fase yang penting karena murid perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan, teman, guru, serta tantangan belajar yang baru. Oleh karena itu, MPLS dirancang sebagai ruang interaksi positif yang membantu murid membangun rasa percaya diri, kemandirian, dan semangat belajar sejak hari pertama.
Pelaksanaan MPLS di SMA Islam Al-Azhar BSD mengacu pada konsep MPLS Berbasis Akhlak Mulia. Seluruh kegiatan disusun secara edukatif, aman, dan menyenangkan serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun kegiatan yang dapat merugikan peserta didik secara fisik maupun psikologis hal ini didukung dengan adanya Deklarasi Anti Bullying yang ditandatangani oleh perwakilan setiap angkatan, kepala sekolah dan Polisi. Pelaksanaan kegiatan MPLS berlandaskan prinsip religius, silaturahim, variatif, berwawasan lingkungan, dan internalisasi sikap. Melalui prinsip-prinsip tersebut, sekolah berupaya menanamkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan MPLS diawali dengan penyambutan hangat yang penuh semangat kekeluargaan dan kasih sayang. Para murid baru diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, visi dan misi sekolah, budaya positif, tata tertib, serta berbagai program yang mendukung pengembangan potensi akademik maupun nonakademik. Selain itu, peserta juga mengikuti kegiatan keagamaan, pengenalan kurikulum, layanan bimbingan dan konseling, serta berbagai aktivitas kolaboratif yang mendorong kerja sama dan interaksi positif antarsiswa.

Berbagai sesi interaktif dan kegiatan yang menarik dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui diskusi, permainan edukatif, refleksi, dan kegiatan kelompok, murid diajak untuk lebih mengenal diri sendiri, teman-teman baru, serta lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat mereka belajar dan bertumbuh selama tiga tahun ke depan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap sekolah dan membangun hubungan yang harmonis antarwarga sekolah.

MPLS tahun ini sekaligus mendukung implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Antusiasme murid terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap kegiatan, semangat untuk belajar hal-hal baru, serta kesiapan menjadi bagian dari komunitas sekolah yang positif dan berprestasi.
Melalui MPLS 2025, SMA Islam Al-Azhar BSD berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, kepedulian sosial, dan semangat untuk terus berkembang. Dengan awal yang positif, diharapkan para murid baru mampu menjalani proses pendidikan dengan penuh semangat serta tumbuh menjadi pribadi yang berkontribusi bagi agama, bangsa, dan masyarakat.