
Oleh: Intan Khoirunnisa, S.Pd. Gr.
Setiap siswa memiliki potensi yang dapat membawanya menuju pencapaian luar biasa. Salah satu sosok inspiratif di SMA Islam Al-Azhar BSD adalah Indira Aamira Hassanida, siswi kelas XI.1 yang saat ini mengemban amanah sebagai Ketua Klub Studi Islam Periode 2025/2026. Dengan pembawaan yang tenang, senyum yang selalu menghiasi wajahnya, serta keberanian menyampaikan pendapat secara lugas dan santun, Indira dikenal sebagai pribadi yang aktif, kreatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan sekitarnya.
Indira memiliki ketertarikan yang besar pada dunia bahasa dan seni pertunjukan. Ia mahir membaca puisi, bermain teater, melakukan voice over, hingga tampil dalam monolog. Salah satu pencapaian yang paling membanggakan baginya adalah meraih Juara 3 Monolog FLS3N 2025. Baginya, prestasi tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti bahwa seni dapat menjadi sarana untuk menyampaikan pesan dan menunjukkan bahwa perempuan berhijab pun dapat berkarya serta berprestasi tanpa harus meninggalkan jati dirinya.

Kemampuan berbicara di depan umum mulai disadari Indira sejak duduk di bangku SMP. Saat teman-temannya sibuk menghafal naskah presentasi, ia justru memilih memahami materi secara mendalam. Dari pengalaman itulah ia menemukan bahwa dirinya mampu menyampaikan ide dan menjawab pertanyaan dengan percaya diri secara spontan. Kemampuan tersebut kemudian berkembang melalui berbagai kegiatan yang ia ikuti hingga saat ini.
Selain aktif dalam dunia seni, Indira juga memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan dan inklusivitas. Ketertarikannya pada bahasa membawanya mempelajari Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO). Melalui pengalaman mengikuti kelas dan orientasi budaya Tuli, ia memahami pentingnya akses komunikasi yang setara bagi semua orang. Baginya, pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menjangkau siapa saja tanpa terkecuali.
Di tengah kesibukan akademik dan organisasi, Indira tetap meluangkan waktu untuk berbagai kegiatan kreatif seperti menghafal koreografi tari, membuat crochet, paper mache, dan karya seni dari clay. Aktivitas tersebut menjadi ruang baginya untuk mengekspresikan diri sekaligus menjaga keseimbangan antara tanggung jawab dan hobi.
Dalam perjalanan hidupnya, Indira banyak terinspirasi oleh Myung Jaehyun, seorang penyanyi yang dikaguminya karena dedikasi, tanggung jawab, dan kerja kerasnya. Dari sosok tersebut, ia belajar bahwa merasa lelah adalah hal yang wajar, tetapi yang terpenting adalah kemampuan untuk bangkit dan terus melangkah setelah menghadapi kesulitan.
Bagi Indira, anak berbakat bukanlah mereka yang terlahir sempurna, melainkan mereka yang mampu menemukan potensinya, berani mengembangkannya, dan menjadikannya bermanfaat bagi orang lain. Dengan semangat itu, Indira terus melangkah, berkarya, dan menginspirasi, membuktikan bahwa mimpi besar dapat diraih oleh siapa saja yang berani memulai dan terus belajar.