
Pendidikan yang holistik tidak hanya terjadi di dalam batas-batas dinding ruang kelas, melainkan saat para siswa berinteraksi langsung dengan realitas kehidupan masyarakat. Guna mewujudkan esensi tersebut, SMA Islam Al-Azhar BSD menggelar program Live In bertajuk “Explore and Grow in Togetherness”. Upaya sosiologis-edukatif ini dirancang sebagai sebuah laboratorium karakter nyata bagi generasi muda perkotaan.
Kegiatan ini merupakan program Live In bernuansa pengabdian dan pembelajaran imersif, di mana para peserta membaur, tinggal, dan berkehidupan bersama warga lokal setempat. Fokus utama program ini adalah memberikan pengalaman langsung (experiential learning) serta pengamalan nilai-nilai kebaikan yang berfokus pada pembentukan karakter, kemandirian, dan empati sosial siswa SMALBESD. Dimana ini dilaksanakan di kawasan pedesaan yang asri, tepatnya di Desa Sugihmukti, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Secara geografis, desa ini terletak di daerah perbukitan tinggi yang subur namun menantang.

Program ini berlangsung selama tiga hari dua malam, terhitung sejak tanggal 15 – 17 Desember 2025. Agenda ini dijalankan secara aktif oleh siswa-siswi kelas XI Angkatan 29 SMA Islam Al-Azhar BSD dengan jumlah partisipan mencapai 234 siswa. Mereka didampingi oleh jajaran guru pembimbing, serta berkolaborasi erat dengan seluruh elemen masyarakat dan keluarga asuh di Desa Sugihmukti.
Latar belakang diselenggarakannya Live In ini adalah untuk menggeser paradigma berpikir remaja modern yang cenderung sangat bergantung pada gawai dan dunia digital. Melalui interaksi langsung, sekolah bertujuan menanamkan memori mendalam (core memory) bahwa di luar realitas maya mereka, terdapat kehidupan komunal yang kaya nilai spiritual, gotong royong, dan kearifan lokal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

Acara berlangsung dengan sangat baik dan dinamis. Kendati faktor geografis perbukitan sempat menghadirkan tantangan berupa turunnya hujan serta kabut tebal yang menyelimuti area kegiatan, hal tersebut justru menambah daya lenting (resilience) para peserta. Selama tiga hari, para siswa melebur dalam rutinitas agraris: turun ke sawah, mengolah ladang, menjaga ternak, memetik buah strawberry, hingga belajar memerah susu kambing etawa. Tak hanya itu, mereka juga aktif melakukan transfer pengetahuan dan bertukar sudut pandang dengan anak-anak sebaya di desa setempat.
Refleksi Budaya, Harmoni Kebersamaan, dan Harapan Masa Depan
Melalui program ini yang diketuai oleh Ibu Mellina Kadarsari, M.Si., Han, para siswa berhasil melampaui batas kenyamanan mereka. Kehidupan komunal di bawah tenda kebersamaan, pentas seni seni budaya yang hangat, serta canda tawa bersama anak-anak desa setempat membuktikan bahwa kebersamaan sejati tumbuh dari kesederhanaan. Pengalaman berharga ini terbukti membekas sangat dalam; bahkan sekembalinya ke lingkungan sekolah, atmosfer kerinduan terhadap kedamaian dan kehangatan warga Desa Sugihmukti masih terus dirasakan oleh para siswa.

Ke depan, harapan besar disematkan kepada seluruh peserta XI Angkatan 29 SMALBESD. Semoga nilai-nilai luhur yang telah dipetik selama menetap di Desa Sugihmukti tidak luntur seiring berakhirnya program. Tantangan geografis, hujan, dan kabut yang mereka hadapi diharapkan bertransformasi menjadi modal mentalitas yang tangguh dalam menghadapi ketidakpastian masa depan. Bagi institusi sekolah, agenda ini diharapkan terus terjaga kualitasnya sebagai instrumen wajib pembentuk generasi muslim yang adaptif, rendah hati, memiliki kepekaan sosial tinggi, serta mampu menjadi penggerak perubahan yang membawa maslahat bagi masyarakat luas.